7 Kebohongan Yang Dikatakan Pria Pada Wanita

7 Kebohongan Yang Dikatakan Pria Pada WanitaWANITAKITA.COM – Topik kepercayaan merupakan faktor penting dalam segala hal dari hati – dan inilah alasannya. Pria berbohong kepada wanita. Wanita berbohong kepada pria.

Dan sebagian besar orang sepakat jika mereka berbohong saat diperlukan – untuk menghindari pertengkaran kecil dan menjaga roda hubungan.

Tetapi ada perbedaan penting dalam kebohongan wanita dan pria. Sebuah studi oleh psikolog Bella M. DePaulo dari University of Virginia menemukan bahwa ketika wanita berbohong, mereka cenderung berfokus untuk membuat orang lain merasa lebih baik.

Sementara untuk pria, di dalam kebohongannya terdapat ego. Pria berbohong untuk membangun diri atau menyembunyikan sesuatu, DePaulo mengatakan. Menurut psikolog Michael Lewis dalam buku Lying and Deception in Everyday Life, pria lebih mungkin berbohong untuk menyempurnakan diri mereka sendiri dibandingkan wanita.

Tapi kebohongan yang konsisten – bahkan yang kecil sekalipun – dapat memperburuk pernikahan. Wanita perlu tahu apa jenis kebohongan yang harus diperhatikan, kapan harus menerima kebohongan dan kapan harus menggertak pasangannya.

Berikut adalah beberapa kebohongan yang paling umum dikatakan pria pada wanita:

1. “Saya lulus dengan peringkat terbaik.”

Ini adalah kasus klasik dari ego pria, yang dirancang untuk membuat seorang wanita terkesan. Ketika kebohongan berlanjut ke pernikahan, tidak butuh waktu lama sebelum kebenaran akhirnya terkuak.

READ  Tips Memantaskan Diri Sebelum Menyambut Cinta Baru  

Pria memiliki waktu sulit untuk mengakui kegagalan. Bagaimana budaya kita mendefinisikan kesuksesan adalah penting bagi seorang pria, sehingga ia menganggap bahwa hal itu penting untuk pasangannya.

Biasanya, saat kepercayaan tumbuh, seorang pria menurunkan jenis kebohongannya. Jika tidak, istrinya perlu berhati-hati. Seorang pria yang tidak bisa jujur mengenai kegagalannya – di tempat kerja atau di tempat lain – mungkin berakhir menyalahkan istrinya ketika melalui waktu yang sulit dalam pernikahan mereka.

2. “Tentu, saya menyukai temanmu.”

Dalam sebuah penelitian, psikolog William Tooke dan asisten di State University of New York College di Plattsburgh meminta 110 mahasiswa untuk melihat 88 taktik menipu – seperti menggembungkan prestasi dan mengenakan pakaian desainer agar tampak kaya – dan mengungkapkan seberapa sering kebohongan digunakan dalam hubungan mereka sendiri. Pria secara signifikan lebih mungkin menggunakan tipuan tersebut dibandingkan wanita.

Wanita terkadang tidak berhati-hati karena mereka senang disanjung. Misalnya, ketika seorang pria mengatakan dia menghargai pekerjaan istrinya, namun sebenarnya tidak menganggapnya penting – pernyataan yang berubah menjadi rentetan kebohongan untuk menutupi perasaan yang berlawanan.

READ  6 Ide Kencan di Rumah

Kebohongan tersebut bisa menandakan masalah serius ke depan, apakah itu berhubungan dengan membesarkan anak, rencana liburan atau karir.

3. “Sayang, kamu yang terbaik.”

Salah satu subjek kebohongan yang paling sering dikatakan pria adalah mengenai seks. Mungkin hal itu disebabkan karena seks merupakan area di mana kita paling rentan. Di sini sekali lagi pria cenderung berbohong.

Jika seorang wanita merasa suaminya memendam perasaan seksualnya, ia perlu mendorongnya untuk terbuka. Berbicara tentang preferensi sendiri adalah cara yang baik untuk memulai.

4. “Tidak, saya tidak bisa meneleponmu.”

Ini adalah kebohongan yang menyedihkan. Semakin cepat seorang wanita mencari kebenaran di balik kebohongan ini, semakin cepat ia bisa memperbaiki hubungan – atau, jika perlu, mengakhirinya.

Seorang istri mungkin tidak yakin bahwa apa yang suaminya katakan berarti “akhir.” Dia harus mendengarkan dengan seksama, tidak hanya untuk apa yang ia katakan, tetapi juga bagaimana ia mengatakannya.

Menurut DePaulo, perubahan suara bisa menjadi signifikan. DePaulo telah menemukan bahwa suara seseorang sering meninggi atau bergetar ketika mereka berbohong, dan mereka lebih cenderung tersandung kata-kata.

5. “Gaunnya tidak ketat. Terlihat menawan.”

Pada umumnya, ini adalah kebohongan yang baik – yang menunjukkan bahwa ia peduli. Tapi kebohongan semacam ini bisa berlebihan jika seorang pria biasa mengatakan hanya apa yang pasangannya ingin dengarkan.

READ  Sikap Yang Membuat Pria Merasa Nyaman di Samping Wanita

Jika gaun yang dikenakannya benar-benar terlalu ketat, mengapa takut mengatakan yang sebenarnya: “Saya biasanya suka apa yang kamu kenakan, sayang, tapi gaun itu tidak terlihat cukup baik untuk saat ini.”

6. “Ada pengurangan tenaga kerja di kantor. Tapi jangan khawatir, mereka tidak akan memecat saya.”

Banyak pria masih merasa paternalistik pada wanita yang mereka cintai, jadi mereka berbohong karena takut istrinya khawatir. Tapi kebohongan ini dapat menghancurkan rasa percaya diri. Dan hal ini bisa membuat wanita merasa ia bukan pasangan yang patut dihormati dalam hubungan.

Belajar mengatakan kebenaran membantu pasangan mulai saling mendukung, bukan “melindungi” satu sama lain. Beban terangkat, dan pernikahan bisa terus bertahan.

7. “Ya, saya akan memotong rumput setelah rasa pusing hilang.”

Ada beberapa hal yang lebih menyulitkan pria dibandingkan kemarahan seorang wanita, jadi ia berbohong untuk menghindari pertengkaran.

Jika kebohongan semacam ini hanya terjadi sesekali, wanita dapat mengabaikannya. Tetapi jika membentuk sebuah pola, ia perlu melihat apa masalah sesungguhnya.

(photo: www.womansday.com)