Teknik Menanam Tanaman Hias Sansevieria

Teknik Menanam Tanaman Hias SansevieriaWANITAKITA.COM – Sansevieria adalah salah satu jenis tanaman hias yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tanaman ini memiliki nama Indonesia: Lidah Mertua, terdiri dari beberapa varietas yang beragam.

Tanaman hias yang satu ini mampu menyerap polusi udara serta menghilangkan radiasi lingkungan. Bahkan di Tiongkok, tanaman hias Sansevieria mampu menghadirkan aura chi atau menghilangkan pengaruh negatif terhadap penghuni rumah (terutama di rumah hunian baru).

Beberapa varietas Sansevieria memiliki harga jual yang sangat mahal dikarenakan kelangkaan serta keindahannya. Namun dengan kesabaran dan ketelitian, Anda bisa menanam tanaman hias jenis ini sendiri di rumah.

1. Pemilihan Pot

Awali dengan menyiapkan pot yang akan dipakai untuk menanan tanaman hias jenis ini. Pilih pot yang terbuat dari plastik, tanah liat, semen, atau pot keramik.

Pot dari tanah liat atau semen mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu gampang menyerap air, sehingga tidak ada sisa air, sedangkan pot plastik atau pot keramik susah menyerap dan membuang kelebihan air, sehingga Anda perlu menambahkan lubang pembuangan air yang lebih besar.

Pada umumnya, para penggemar tanaman hias lebih menyuka perpaduan antara pot plastik dan pot keramik. Sansevieria akan tumbuh subur jika ditanam dalam pot plastik, kemudian pindahkan ke dalam pot keramik yang memiliki ukuran lebih besar, sehingga tanaman menjadi lebih leluasa dalam bernafas dan pot keramik tetap bersih dari kotoran media.

READ  Ini Cara Mengetahui Kepribadian Lewat Posisi Tidur

2. Komposisi Media Tanam

Secara umum, Sansevieria termasuk ke dalam tanaman kering, kurang menyukai kelebihan air dalam media tanam. Anda perlu memperhatikan pemilihan media dengan cara mempertimbangkan karakteristik tanaman hias ini.

Sansevieria lebih menyukai media yang bersifat kering, tetapi pembuatan komposisinya harus mempertimbangkan karakteristik lain dari varietasnya. Ada kelompok yang memiliki toleransi dengan media sedikit basah, atau jenis yang memerlukan media dengan kandungan air minim, yaitu Sansevieria berdaun silindris.

Untuk Sansevieria kering, komposisi media terdiri atas pasir, sekam bakar dan pupuk organik dalam jumlah seimbang (1:1). Komposisi ini berfungsi mengikat air dalam jumlah cukup.

Sedangkan Sansevieria biasa memerlukan media dengan kandungan air minim yaitu memakai komposisi 2 pasir malang, 1 sekam bakar, dan 1 pupuk organik. Diharapkan media tersebut mempunyai kemampuan untuk mengikat air dalam jumlah rendah.

READ  7 Cara Keluar Dari Zona Nyaman

Biasanya, kebutuhan air untuk tanaman hias ini adalah sekitar 26 mililiter per tanaman per minggu, jika diletakkan dalam ruangan, Sansevieria masih bisa tumbuh subur meskipun tanpa disiram selama setengah bulan.

Juga, tanaman ini bisa bertahan hidup dengan kondisi polusi udara yang buruk, dimana tanaman lain tidak mampu bertahan hidup. Kelebihan lain dari tanaman Sansevieria adalah memiliki daya tahan hidup cukup tinggi atau bandel.

3. Penyiraman Tanaman

Penyiraman dilakukan seperlunya saja. Hal ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air dan sekaligus sebagai pelarut unsur hara dalam media tanam.

4. Pemupukan

Pemupukan terhadap jenis tanaman ini dilakukan setiap tiga bulan sekali, bisa memakai pupuk akar slow release yaitu pupuk yang sulit larut seperti NPK 15-15-15.

Untuk pot yang berdiameter 15 cm, takaran pemberian pupuk NPK adalah satu sendok makan saja. Apabila Anda ingin mempercepat pertumbuhan, lakukan pemupukan dengan prioritas terhadap pertumbuhan daun, setiap 7 hari sekali. Pupuk daun yang dapat anda pilih adalah pupuk dengan kandungan unsur hara sebesar NPK 1:1:1.

READ  9 Fakta Lucu Tentang Wanita

5. Repoting

Merupakan penggantian pot baru terhadap tanaman karena sudah penuh oleh anakan. Hal ini tentu dapat mengurangi keindahan dari penampilan tanaman hias tersebut.

Fungsi lain adalah untuk mengganti media tanam yang telah terpakai, yang mana dipenuhi olehakar sehingga menjadi tidak subur lagi, juga bisa meningkatkan laju pertumbuhan tanaman menjadi cepat (pertumbuhan daun).

Caranya: Keluarkan tanaman dengan hati-hati dari dalam pot, jangan sampai akarnya putus, lalu pisahkan anakan yang memiliki penampilan tidak sehat. Lalu siapkan pot baru berukuran lebih besar dari pot pertama, isilah dengan media tanam ukuran ½ bagian pot. Masukkan tanaman baru yang telah disiangi, kemudian ditutup dengan media tanam lain sampai bibir pot.

Jangan lupa untuk menambahkan pupuk NPK slow release pada media tanam. Selanjutnya siramlah media secukupnya, namun air harus keluar dari dalam pot, baru letakkan tanaman pada tempat yang teduh.

Tanaman hias akan lebih cantik jika ditambahkan dengan beberapa hiasan lainnya seperti pasir malang, batu alam, atau kerikil berwarna-warni. Hindarkan dari sampah!

(photo: www.miracleexport.com)