8 Cara Efektif Mengatasi Temperamen Buruk Anak

8 Cara Efektif Mengatasi Temperamen Buruk AnakWANITAKITA.COM – Jika Anda tidak kuat secara emosional, Anda mungkin tidak siap untuk berurusan dengan anak Anda yang sering histeris. Anak-anak adalah malaikat, tapi kadang-kadang mereka kehilangan kendali atas emosi mereka. Sering orang tua menjadi tidak tahan dan hanya bisa marah atas sikap anak.

Kehidupan anak-anak bukanlah hal yang mudah. Langkah demi langkah, mereka mengeksplorasi dunia dan belajar untuk menanggapi segala sesuatu yang baru dan tidak biasa. Mereka membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan orang, hubungan dan aturan. Psikolog menyatakan bahwa anak-anak berusia di antara 2 dan 5 tahun memiliki jiwa yang sangat rentan dan tidak stabil.

Beberapa keluarga bisa menenangkan histeris anak dalam waktu yang cukup singkat. Lainnya harus menghadapi gangguan perilaku yang mengerikan selama bertahun-tahun. Apa rahasianya? Orang tua adalah satu-satunya orang yang dapat menangani masalah kegelisahan ini. Suasana dalam keluarga memberikan pengaruh besar pada emosi dan membentuk kebiasaan perilaku anak.

Baca terus untuk dapat menemukan obat terhadap temperamen buruk anak Anda.

1. Cegah ledakan emosional

Sebagai orang tua, Anda mungkin memiliki hubungan emosional yang erat dengan anak Anda. Anda satu-satunya orang yang bisa merasakan emosi mereka dan memahami hampir semua petunjuk perilaku. Setiap ibu memiliki kesempatan untuk mengawasi anak-anak mereka dan menganalisa semua yang mereka katakan dan lakukan.

Jika Anda melihat anak Anda tidak bersemangat, Anda harus siap untuk mengambil langkah cepat untuk mencegah ledakan tangis. Coba perhatikan gerakan aneh dan ekspresi wajah anak. Semua tanda-tanda ini menunjukkan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

READ  7 Tahap dalam Pernikahan

Bagaimana Anda bisa melakukannya? Anda harus mengalihkan perhatian mereka dari konflik dan mengarahkannya ke kegiatan lain. Tunjukkan kepada mereka sesuatu yang indah dan menarik. Anda bisa melibatkan mereka dalam permainan yang menarik. Perlu diketahui bahwa nada tegas dan penolakan langsung hanya akan mengintensifkan masalah.

2. Jangan menuruti

Anak-anak kadang lebih memilih untuk berpura-pura dan membuat orang tua mereka nyaman. Ketika anak Anda mencoba untuk memohon simpati, Anda tidak boleh mundur. Biarkan mereka mengerti bahwa Anda tidak akan pernah mengikuti selera mereka.

3. Bantu anak memahami perasaan mereka

Setiap orang tua adalah guru dan panutan bagi anak-anak mereka. Dominasi dan konfrontasi emosional bukan merupakan tujuan, tetapi alat yang membantu orang tua membesarkan anak.

Sangat sering anak-anak tidak bisa memahami apa yang terjadi pada mereka. Ada begitu banyak perasaan kabur dan kondisi emosional. Hari ini bahkan orang dewasa tidak bisa menguasai pikiran dan emosi mereka.

Jika Anda belum membeli mereka sesuatu yang menarik di toko, Anda harus siap untuk menghadapi konflik. Kemudian, mencoba menjelaskan kepada anak nda bahwa tidak mungkin untuk membeli semua mainan sekaligus. Begitu anak-anak belajar untuk mengelola perasaan, menerima dan menyadari kenyataan ini, mereka akan menjadi lebih pendiam dan penurut.

READ  7 Kebohongan Yang Dikatakan Pria Pada Wanita

4. Lupakan tentang hukuman fisik

Ini merupakan metode lama, bukan cara terbaik untuk mengatasi temperamen buruk anak. Terlebih lagi, hukuman fisik adalah hal yang sangat menyakitkan dan menyinggung.

Strategi ini adalah cara termudah untuk menanamkan disiplin dan membuat anak Anda patuh. Namun, para psikolog mengatakan bahwa hukuman fisik adalah bom waktu yang berbahaya yang dapat menyebabkan histeria parah. Ini mengisi pikiran dan hati anak-anak dengan rasa takut, kebencian dan kecemasan.

5. Gunakan energi negatif mereka dengan cara yang tepat

Anak-anak seperti tak pernah kehabisan sumber energi. Mereka dapat berjalan, melompat, berteriak dan main-main sepanjang hari. Sangat penting untuk menemukan kegiatan yang membangun dan menjaga anak Anda terlibat sebanyak mungkin.

Anak-anak yang sibuk tidak memiliki waktu dan keinginan untuk histeris, karena mereka cepat bosan dan mengantuk. Biarkan mereka bermain game dan latihan selama yang mereka inginkan – aktivitas fisik baik untuk kesehatan mereka.

6. Berkomunikasi dengan anak

Setiap anak membutuhkan sosialisasi bertahap dan komunikasi dengan orang tua. Anda harus berbicara dengan anak Anda setiap hari: kata-kata dan nasihat membantu mereka menjadi lebih kuat dan menemukan jalan yang benar dalam hidup. Ini kesempatan yang baik untuk menghindari kesenjangan generasi dan membangun hubungan berdasarkan kepercayaan.

READ  10 Keterampilan Hidup Yang Perlu Diajarkan Orangtua

Jika Anda menemukan bahasa yang sama dengan anak Anda, Anda akan mengurangi frekuensi histeris yang mengganggu di masa depan. Kurangnya kontak dan komunikasi biasanya membuat kepribadian anak menjadi terlalu gugup dan antisosial di masa depan.

Luangkan waktu satu menit untuk berbicara dengan anak Anda dan coba untuk menemukan masalah bersama-sama. Akibatnya, si kecil akan berbagi pengalaman emosional mereka dengan Anda dan menjadi lebih tahan terhadap stres.

7. Persenjatai diri dengan kesabaran

Kesabaran merupakan prioritas utama bagi banyak orang tua yang berurusan dengan anak-anak histeris. Setiap ibu tahu bahwa sulit untuk mempertahankan ketenangan dan tetap acuh tak acuh terhadap tangisan dan air mata anak-anak. Meningkatkan kekuatan pikiran Anda dan mengisi hati Anda dengan harapan dan kebijaksanaan, karena orangtua adalah pekerjaan paling sulit di dunia.

8. Biarkan mereka menebus kesalahan mereka

Saat ini banyak orang tua lebih memilih untuk memberikan tekanan emosional pada anak-anak mereka dan membuat mereka merasa bersalah. Perasaan bersalah adalah emosi yang kuat yang mengarah pada kecemasan kronis dan stres. Orang tua harus memberikan anak-anak kesempatan untuk mengakui semua perbuatan yang salah dan menebus kesalahan mereka.

Baik orang dewasa dan anak-anak harus melepaskan emosi negatif, terutama perasaan bersalah.

(photo: womanitely.com)

Loading...