Faktor Yang Mempengaruhi Naik-Turunnya Gula Darah

WANITAKITA.COM – Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai oleh peningkatan gula darah yang disebabkan kekurangan hingga ketidakmampuan tubuh menghasilkan hormon insulin dan atau terjadi penurunan sensitivitas insulin.

Faktor Yang Mempengaruhi Naik-Turunnya Gula Darah

Dalam keadaan normal, fungsi hormon insulin adalah mengikat glukosa masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi sehingga kadar gula dalam darah dapat terkontrol.

Pada penderita diabetes mellitus, terjadi gangguan terhadap fungsi insulit baik itu terjadi penurunan sensitivitas insulin maupun insulin tidak dihasilkan oleh pancreas, kedua masalah ini akan menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi energi dan kadar gula dalam darah menjadi tinggi.

Gangguan ini dapat ditandai dengan frekuensi buang air kecil akan meningkat, haus dan lapar yang berlebian, penurunan berat badan, cepat lemas, dan luka sulit sembuh.

Selain itu, hasil pemeriksaan gula darah sewaktu dan 2 jam setelah makan >200mg/dl, gula darah puasa >120mg/dl. Jika mengalami hal tersebut, makan Anda dapat didiagnosis menderita diabetes mellitus.

Pemeriksaan Gula Darah

Penderita yang telah didiagnosis diabetes mellitus akan mendapatkan pengobatan, ada dua golongan besar yakni pemberian obat hipoglikemik oral dan pemberian insulin.

Prinsip dari pengobatan diabetes secara garis besar adalah diabetes awalnya akan diterapi melalui pengobatan oral biasanya lini pertama digunakan jenis metformin namun pemberian jenis obat oral akan disesuaikan dengan keadaan pasien.

READ  Cara Mendeteksi Gigi Anak yang Rusak

Jika setelah pemberian obat hipoglikemik oral tidak dapat menurunkan kadar gula darah atau kadar gula darah >400 mg/dL, maka penderita diabetes akan dianjurkan menggunakan suntikan insulin.

Faktor Yang Mempengaruhi Naik-Turunnya Gula Darah

Penderita diabetes yang menjalani pengobatan biasanya akan mendapati perubahan kadar gula darah yang fluktuatif, kadang rendah kadang tinggi dalam waktu yang berdekatan.

Naik turunnya gula darah banyak faktor yang mempengaruhi, seperti:

  1. Olahraga, pasien diabetes diwajibkan untuk sering berolah raga. Selain meningkatkan tingkat kesembuhan atau perbaikan sensitivitas insulin, olahraga juga meningkatkan keberhasilan pengobatan oral. Pasien yang rajin berolahraga kadar gula darahnya akan turun berangsur. Namun penderita diabetes juga harus berhati-hati, olahraga berat atau terlalu menggunakan tenaga dapat menyebabkan hipoglikemik.
  2. Glikemik Indeks. Makanan ynag memiliki angka glikemik indeks yang tinggi akan sangat cepat menaikkan kadar gula darah. Sehingga berkonsultasi dengan pakar gizi sangatlah penting bagi penderita diabetes unuk mendapatkan makanan yang seimbang
  3. Pengaturan jumlah dan jenis makanan. Naik turunnya kadar gula darah sangat berpengaruh terhadap jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Jika seimbang dapat menormalkan kadar gula darah, terlalu ketat akan menyebabkan kadar gula terlalu rendah tapi jika tidak terkontrol akan terjadi sebaliknya
  4. Kedisiplinan pasien dalam pengobatan. Pasien harus patuh dalam pengobatan, mengkonsumsi obat dalam dosis yang tepat dan berkesinambungan sesuai saran dokter dan kembali berkonsultasi jika kadar gula telah mencapai normal. Jika dosis obat terlalu tinggi dapat menyebabkan hipoglikemik, dosis terlalu rendah tidak dapat menurunkan kadar gula dalam darah.
  5. Beban pikiran dapat menaikkan kadar gula darah walaupun pasien telah mengkonsumsi obat. Pada saat pasien stress maka otak adrenalin akan meningkat, peningkatan adrenalin ini akan direspon oleh otak untuk mengelurkan hormone kortisol yang pada akhirnya hormone tersebut akan meningkatkan kadar gula dalam darah dan menghambat glukosa masuk ke dalam otot sehingga terjadi peningkatan glukosa dalam darah.
READ  Tips Menjaga Berat Badan di Masa Kehamilan

Untuk mendapatkan kadar gula darah yang normal semua aspek tersebut harus diperhatikan, seimbang dan berkesinambungan. Ketidakdisiplinan pasien akan berakibat terhadap naik turunnya kadar gula dalam darah. Semoga bermanfaat.