7 Tanda Lawan Bicara Anda Sedang Berbohong

7 Tanda Lawan Bicara Anda Sedang BerbohongWANITAKITA.COM – Berbohong memang bukanlah suatu tindakan yang terpuji. Akan tetapi menurut penelitian seseorang dapat berbohong 10-200 kali dalam sehari. Kita kerap berbohong secara sadar atau tidak sadar demi kebaikan diri sendiri atau orang lain.

Dari 10 hingga 200 kebohongan itulah, hanya sekitar 18 sampai 25% yang dapat terdeteksi. Ini artinya seringkali saat seseorang membohongi kita, kita tak menyadarinya.

Mau tahu bagaimana cara mendeteksi kebohongan serta menganalisis bahasa lawan bicara Anda? Yuk simak tips-tips berikut!

1. Saat berbohong, seseorang akan cenderung berbicara dengan kalimat yang baku

Ini terutama berlaku pada kebohongan-kebohongan besar, bukanlah kebohongan yang sepele. Struktur kalimat baku ini tentu akan memudahkan si pembohong untuk berpikir terlebih dahulu sebelum merangkai kebohongan.

Sebaliknya Anda tidak akan terlalu berhati-hati dalam bicara saat kalimat Anda lugas dan santai. Kesimpulannya adalah untuk menjadi pembohong ulung, maka seseorang harus berhati-hati, bukan?

2. Orang yang berbohong akan menjaga kontak mata dengan lawan bicara

Mitos mengatakan bahwa seseorang yang sedang berbohong tidak berani menatap ke arah Anda. Padahal justru malah pembohong ulung akan selalu berusaha menjaga kontak mata dengan Anda. Dengan menatap inilah, mereka berusaha untuk terlihat meyakinkan.

READ  Tanda-Tanda Dia Juga Naksir Kamu

Akan tetapi harus diingat bahwa tatapan orang yang sedang berbohong akan terasa berbeda. Sebagai contoh, mereka akan menatap lawan bicaranya dalam jangka waktu yang terlalu lama.

3. Pembohong akan menghilangkan unsur “aku” di dalam ceritanya

Saat berbohong, seseorang akan cenderung menjauhkan diri dari suatu kebohongan yang akan diungkapkan. Sebagai contoh nyata, Anda akan berusaha untuk menceritakan suatu kebohongan tanpa perlu repot-repot memasukkan unsur “aku” ke dalam cerita.

Jadi seolah-olah Anda akan menceritakan kisah orang lain. Hal ini lantaran berbohong membuat Anda tidak merasa nyaman, sehingga sebisa mungkin Anda akan menghindarkan diri Anda dengan cerita Anda sendiri.

4. Pembohong cenderung bicara dengan nada negatif

Para pembohong memiliki alam bawah sadar di mana mereka merasa bersalah kemudian menjadi negatif.

Sebagai contoh, pernahkah Anda mematikan hp karena Anda memang sedang merasa malas berkomunikasi dengan orang lain? Nah, saat ditanya, maka Anda pun sudah menyiapkan berbagai alasan untuk berbohong. Karena Anda merasa bersalah inilah, Anda juga menyampaikan kekesalan Anda.

READ  10 Tempat Wisata Favorit di Bogor

“Sori baru bisa ngabarin. HPku eror dari kemarin, ngeselin.”

5. Kalimat si pembohong akan berputar-putar dan tidak penting

Saat seseorang berbicara jujur, maka mereka tidak akan kesulitan untuk berbicara jelas dan langsung. Sementara itu, orang yang sedang berbohong tentunya akan cenderung mengungkapkan sesuatu yang tidak jujur dan cenderung berbelit-belit.

Kalimat yang seharusnya sederhana malah jadi ‘ngelantur’ kemana-mana dan sering kali tidak sesuai ataupun berhubungan.

6. Pembohong tidak akan tersenyum dengan mata

Saat berbohong, lawan bicara Anda kemungkinan besar akan menyunggingkan senyum agar terlihat meyakinkan. Nah, dalam hal inilah Anda juga harus cermat dalam membedakan manakah senyum yang asli dan mana senyum yang palsu.

Perlu diingat bahwa seseorang yang memang tersenyum dengan tulis pasti juga akan tersenyum dengan matanya. Dari tatapannya, maka Anda bisa melihat usaha mereka untuk menjadi seseorang yang hangat. Sementara jika mata lawan bicara Anda terkesan dingin, maka mungkin Anda bisa mengecek apakah memang senyum yang diberikannya memang tulus atau tidak.

READ  5 Ide Dekorasi Rumah Yang Harus Anda Coba

Bedakan juga senyum yang tulus dengan sengiran yang terkesan merendahkan.

7. Meski cara bicaranya terkesan bisa dipercaya, gestur si pembohong akan terlihat enggan bekerjasama

Mungkin lawan bicara Anda memang dikenal sebagai seseorang pembohong yang ulung, maka bukan berarti semuanya terlihat meyakinkan. Memang dia mampu tersenyum dengan matanya, mengatur kalimat agar tetap meyakinkan, hingga mengontrol matanya dalam menatap lawan bicara.

Akan tetapi, seorang pembohong tetap akan mengelak saat Anda memintanya untuk bekerja sama. Selalu ada alasan untuk menolak ajakan Anda.

Perlu anda ingat bahwa seseorang yang jujur akan selalu terbuka pada Anda. Jika memang mereka tidak bisa menerima ajakan Anda, maka biasanya mereka akan menawarkan alternatif lain. Jelas saja ini berbeda dengan seseorang yang pada dasarnya memang tidak ingin mengiyakan ajakan Anda dengan menutupinya menggunakan beribu alasan.

(photo: ruangpsikologi.com)